Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

NASKAH FILM PENDEK PAMALI


 

Gambar  NASKAH FILM PENDEK PAMALI

PROLOG:

INI TENTANG KISAHKU,KISAH YANG TAK PERNAH AKU PIKIRKAN AKAN TERJADI SEPERTI INI.DIMANA AKU BERUBAH ,JAUH DARI KESEHARIANKU SEBELUMNYA.


AKU TAK PERNAH MEMIKIRKAN HAL INI.MEMIKIRKAN TENTANG ARTI KEHIDUPAN.BUDAYA,ADAT,ATAU SEMACAMNYA. AKU LEBIH SUKA HIDUP BEBAS,HIDUP TANPA KEKANG,TANPA BATAS,AKU INGIN SEPERTI BURUNG YANG TERBANG BEBAS.ITULAH AKU SEBELUMNYA.


TAPI KINI,AKU TAK SEPERTI ITU LAGI. ENTAH MENGAPA AKU TERTARIK PADA SATU PANDANGAN HIDUP MASYARAKAT.ORANG MENYEBUTNYA PAMALI.DAN SEKARANG, AKU AKAN MENCERITANKAN TENTANG ITU.
 

TERLIHAT HANDPONE BERDERING BERKALI-KALI DI ATAS MEJA.
 

DI TAMAN

Ana terlihat sedang mondar-mandir menelfon seseorang dengan serius.
ANA    : Halo…Halo…!,Rian?..Rian…!.Hey….Dimanaki ini?...knapa lama sekali ki angkat telfonku,dmanaki ini kah?.dari tadi ini saya tungguki di taman kota.cepatmaki kesini.5 menit lagi,saya pulangmi pale.

DI KAMAR

    Rian berbaring diranjangnya,mencoba meraih Hanphonenya yang bordering.
RIAN    : Halo…Hmm…,Dimahrumahji.Astaga!.Oh iye…e.e.e.e….Tunggu..(suara Hp padam).
    Rian bergegas,tampak ia buru-buru keluar dan menuju ke taman kota.
SUARA IBU     : Rian,makanko dulu na’E.sudahmi itu saya siapkan di meja.
RIAN         : Jangan mi bu’ eh,buru-buruka ini.(sedang mengikat sepatu)
SUARA IBU    : Hey…ndak bae itu menolak makanan,palagi mauko itu pergi berkendara.PAMALI.
RIAN        : Adedeh…apanya PAMALI.Pergima.(sambil berlalu dengan motornya).

DI TENGAH JALAN

Rian mengalami kecelakaan.

Beberapa saat kemudia iapun terbaring di Puskesmas.

DI PUSKESMAS

IBU    : Untung masih selamatko.makanya,dengar-dengar juga orang tua.itulah kalau menolak makanan yang sudah disediakan.PAMALI nabilang orang tua.


BEBEARPA MINGGU KEMUDIAN


Rian tampak sedang termenung di tepi pantai bira (Marumasa).
Bersamaan dengan itu,dua orang anak muda sedang ayik berbincang-bincang.
PEMUDA 1    : Kenapa motormur udding?
PEMUDA 2     : Ndak taumi ini (Menendang ban motornya).Tiba-tiba dak mau menyala.
PEMUDA 1    : Eh,janganko tendangki ban motormu.
PEMUDA 2    : Kenapa kah?
PEMUDA 1    : PAMALI bede nabilang Orang.
PEMUDA 2`    : Apa?,PAMALI?.Ah…Ceritji itu.
Rian mendengar perbincangan mereka,dan tertarik dengan pembahasan PAMALI tersebut.Rianpun pulang.

DI RUMAH

Riang memikirkan perbincangan kedua pemuda tadi.ia penasaran denga istilah PAMALI tersebut.
RIAN        : PAMALI….PAMALI…..AHGH…..

DI SEKOLAH

Riang masih saja terngiang kata PAMALI yang keluar dari mulut Pemuda kemarin,juga teringat kata PAMALI dari ibunya.

SIANG HARI DI TAMAN KOTA

Rian berencana ke Warnet lalu Ke perpustakaan Kota untuk mencari tahu tentang PAMALI.

DI WARNET

Rian tampak antusian mencari informasi tentang PAMALI.

DI PERPUSTAKAAN KOTA

Rian sibuk membuka-buka buku mencari referensi tentang PAMALI.sesekali ia berjalan ke rak-rak buku.
RIAN    : Maaf bu,Buku tentang PAMALI,Ada?.
PENJAGA    : Adaji kayaknya itu.
RIAN    : Dimana pale bu?
PENJAGA    : Kacarimi dulu (muka dan nada tak bersahabat).
Rian pun menuju rak kembali dan menemuka Buku yang dimaksud.beberapa saat kemudian.
RIAN    : Bu,Bisaji saya pinjam dulu Buku ini?
PENJAGA    : ADAJI KARTUMU KAH?
RIAN    :Wah dak ada bu?
PENJAGA    : Dak bisa kalo begitu.harus urus kartu dulu.dan baya sebesar 55.000 rupiah.
RIAN    :Wah,bagaimana ini bu di’.(menggaruk kepala).
PENJAGA    : Harus ada kartu baru bisa pinjam.
RIAN    : maaf bu,Ini ada sedikitji (menyogok 25 ribu).bisaji mungkin saya pinjam dulu buku ini.besok saya kembalikan bu.ka ada hal penting yang saya mau tulis di buku ini sebentar malam bu.ini adaji juga jaminanku.kartu pelajarku bu.
PENJAGA    :(Celingak-clinguK.perlahan tangannya menerima sogokan) Hm…pale.ingat besok kasi kembali nah?
RIAN    : Iye bu.
Rian kembali ke meja mengambil tas,bukunya dan sempat merobek beberapa lembaran buku lalu pulang.

DI RUMAH

RIAN tampak mempelajari buku tentan PAMALI yang dipinjamnya dari perpustakaan.
Beberapa saat kemudian.ia memutuskan,ke sebuah Desa untuk mencari informasi lagi secara lisan tentang PAMALI dari orang tua.
KEESOKAN HARINYA

DI TERMINAL

Rian naik mobil menuju kampong.

DI KAMPUNG

Di sebuah pertigaan,rian turun dari mobil dan menyewa ojek lagi untuk masuk ke kampung tempat dimana dia bisa menemukan orang yang dianggapnya paling tua di kampung tersebut.

DI DESA

Rian berjalan dengan tas lengkap berpakaian ke kotaan.ia menjadi pusat perhatian pemuda desa setempat.rian bertanya alamat ke pada orang-orang kampung letak rumah dimana dia bisa menemukan orang tua yang paham tentang PAMALI.Beberapa orang menunjukkan arah.
Tampak rian terlihat harus melewati pematang sawah,di kerubuti anak-anak kampung dan lain-lain.

DI RUMAH ORANG TUA

Dari bawah rumah,di depan tangga.Rian memberi salam.lalu keluarlah orang tua dan mempersilahkan rian naik.
RIAN        : ASSALAMU ALAIKUM….
ORANG TUA: WAALAIKUM SALAM.Enrekki mai na’.
RIAN        : Iye puang.
ORANG TUA: Agatumai parellummu na’?
RIAN     : Anu ini puang,saya ini dari kota,dan mauka Tanya-tanya tentang PAMMALI puang.
ORANG TUA: Aga?
RIAN        : PEMMALI PUANG.apa itu pemmali puang?
ORANG TUA    : Ooh….,PEMMALI.iya tu pemmalie anu mappada ada ato gau ri ampparenggnge.
Na kolo dek rijampangngi PEMMALIE,biasa engka saba biasa naruntu’ iaya mappugaue.
Tampak rian mencatat semua apa yang disampaikan orang tua tersebut dalam bukunya.
RIAN        : Apa apa itu puang yang seperti PEMMALI?
ORANG TUA: iaro PEMMALAI mappada:

  • -    Riappemmalianggi anaâ daraE makkelong ri dapurennge narekko mannasui
  • -    Deq nawedding anaq daraE matinro lettu tengga esso nasabaq labewi dalleqna
  • -    Pemmali mattula bangi tauwe nasabaq macilakai
  • -    Riappemmalianggi matinro esso taue ri sese denapa natabbawa ujuna taumate engkae ri bali   bolata
  • -    Pemmali lewu moppang ananaE nasabaq magatti mate indoqna
  • -    Pemmali kalloloe manrewi passampo nasabaq iyaro nasabaq ipancajiwi passampo siri
  • -    Pemmali saleiwi inanre iyarega uwae pella iya puraE ipatala nasabaq mabisai nakenna abalaq

RIAN    : oh…iye pale PUANG.terima kasi’ maega pale keteragatta.ada-adami sya tau ini sedikit pale tentang PAMMALI.terimakasi pale puang.permisima pale puang.ka mauma ini juga pulang pauang.assalamu alaikum
ORANG TUA:Waalaikum salam.

BEBERAPA HARI KEMUDIAN,DI KOTA.

Rian bermaksud lagi kembali mencari kebenaran dari PAMALI tersebut dengan cara mencari orang di sekitarnya dan ingin membuktikan apakah hal tersebut memang benar adanya.

DI RUMAH ANA

Rian bertamu ke rumah ana
RIAN        :ASALAMU ALAIKUM..
ANA        :WAALAIKUM SALAM.SIAPA?
RIAN        :Saya,Rian!.
ANA        : Masuk saja.
RIAN        : (Mendapati ANA sedang tengkurap sambil menonton TV).Astaga ana.kenapa menonton dengan gayanu sperti itu.
ANA        ; Kenapa memang kah?
RIAN        : Dak bae bede itu.PAMALI na bilang orang tau-tua kah.
ANA        : Ededeh…begituan mau nupercayai.kalau tidur tengkurap begitu,bisa-bisa mati bede mam’ ka.begitu kah PAMALI?.begitu mau dipercaya?
RIAN        : Bukan bilang mau dipercayai.Cuma saja,ee…ee….bisa saja toh itu dada atau perutmu sakit karena tengkurap lama begitu.
ANA        : Ededehh…dak Bakalanji.(tiba-tiba ana merasa sakit dada dan perutnya).aduh…aduh….tunggu dulu nah….sakit perutku ini,kayaknya mauka dulu bertapa di belakang.
RIAN        ; HEM…itumi kubilang.toh sakit perutmumi.
ANA        : AH….dak percayaja.kebelakangka dulu nah.
DI RUMAH
Rian terlihat murung,sedang memikirkan sesuatu.
RIAN    : Betul juga yang dikatakan ANA,wajarkah PAMALI itu dipercaya.ah…,kalu hal tersebut di percaya maka bukankah itu hal yang syirik.mempercayai hal-hal pamali mungkin saja bertentangan dengan islam.ah….puisng…pusing.aku harus menanyakan hal ini pada ustas.

Di MASJID,SETELAH SHALAT

Rian menanyakan hal PAMALI kepada seorang Ustas.
RIAN        : Assalamu alakum ustas
USTAS    : Waalaikum salam.
RIAN        : Maaf ustas,ada hal yang mau sayya tanyaka ini.
USTAS    : Apa itu?
RIAN        : Masalah PAMALI ustas.Apa mempercayai PAMALI itu  Ustas?
USTAS    : oh…PAMALI.begini. PAMALI Itu adalah sesuatu yang biasanya diyakini atau dianggap penting bagi sebagian masyarakat.Hal PAMALI ITU Sebenarnya hanyalah sebuah pandangan hidup yang bagi masyarakat hanya sebagai kontrol sikap atau etika dalam kehidupan ini.mempercayai PAMALI itu,tidaklah salah.kecuali,jika menganggap PAMALI itu sebagai keharusan yang harus diyakini dan menduakan tuhan.hal itu dosa.
RIAN     : jadi, PAMALI ITU HANYALAH SEBUAH PANDANGANN SEBAGAI KONTROL ETIKA DAN SIKAP DALAM BERRMASYARAKAT USTAS?.
USTAS    ; yah.begitulah.
RIAN        : Kalau begitu,terimah kasih atas semuanya ustas
USTAS    : Sama-sama.
DI SEKOLAH
    Rian sedang menulis buku tentang pamali dari hasil pemahaman dan catatan serta keterangan-keterangan yang ia dapatkan.

DI PERPUSTAKAAN KOTA

    Rian mengembalikan buku yang pernah ia pinjam dan sobekan kertas yang pernah ia robek.
RIAN        : Maaf,barumi saya kembalikan bukunya bu.
PENJAGA    : Nah,inimi ini,lama mentongmi saya cari.itu buku yang kau sudah ambil saya denda. 10 ribu.kecuali kau mau main selip lagi (sambil berbisik).
RIAN    : Maaf bu.biarmi saya di denda.dan maaf bu,dak bisama lagi main selip.cukupmi dulu itu adalah kesalahanku yang banyak nalakukan orang-orang Indonesia.setidaknya saya jadi satu orang yang pensiun melakukan sogokan.
Tampak penjaga kecewa dan sedikit kesal menyusun buku di atas meja.

DI RUMAH

    Rian sedang menulis buku tentang pamali dari hasil pemahaman dan catatan serta keterangan-keterangan yang ia dapatkan.

DI SEKOLAH,DI PERPUSTAKAAN

Rian menyelipkan buku PAMALI karyanya di sela buku-buku yang tertata rapi di rak perpustakaan.lalu keluar.


SATU TAHUN KEMUDIAN

DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Seorang siswa salam meminjam buku dari perpustakaan.ia membukanya dan membacanya.PAMALI.



SEKIAN


PEMAIN:
1.    RIAN
2.    ANA
3.    IBU
4.    PEMUDA 1
5.    PEMUDA 2
6.    PENJAGA PERPUSTAKAAN KOTA
7.    ORANG TUA
8.    USTAS
FIGURAN:
1.    TUKANG OJEK
2.    ORANG KAMPUNG
3.    SISWA
4.    ORANG TERMINAL
5.    ANAK-ANAK

     



Posting Komentar untuk " NASKAH FILM PENDEK PAMALI"