Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

NASKAH DRAMA NEGERI DI ATAS OMBAK

 

NASKAH DRAMA

 NEGERI DI ATAS OMBAK
Karya Arul sitaba
Suasana terang.tampak di atas pnggung beberapa orang sedang menonton acara berita gosip di TV,beberapa penonton terlihat larut dalam acara tersebut,namun tiba-tiba,salah seorang penonton protes kepada pembawa acara TV.
Pembawa Acara    : Pemirsa,Jumpa lagi saya MONICA,MO..NI..CAAA…MONICA. Dalam acara kesayangan anda.GOSIP HARI INI…….
Penonton 1,2 & 3    : Horeee…….(sambil tepuk tangan)
Pembawa acara    : terima kasih pemirsa.baiklah,GOSIP HARI INI akan menayangkan kisah percintaan dari aktris korea dan ….
Penonton 4    : Stop…!,tahan…,jangan lanjutkan acaramu.MONICA.
Pembawa acara    : Ada apa pemirsa yang satu ini?
Pemirsa 1,2 &3     : Yah…ada apa kamu ini?
Pemirsa 4    : Cukup.saya tidak setuju kalau acara TV terus-terusan hanya banyak menayangkan acara GOSIP semata.
Pemirsa 2    : Memangnya kenapa,toh ini juga buka TV mu.
Pemirsa 1    : yah,kalau tidak suka tak usahlah kau menontonnya.
Pemirsa 3    : memangnya kenapa kalau acara TV kita se Indonesia ini disuguhkan acara hiburan seperti ini.kan ini semua juga berita,agar masyarakat kita Semua dapat terhibur.
Pemirsa 2    : apalagi acara GOSIP,sudah mendarah daging di tubuh kita sebagai orang Indonesia.
Pemirsa 1    :yah.GOSIP adalah bahagian hidup kita.
Pemirsa 4    :pokoknya saya tidak setuju,acara di TV selalu menayangkan acara GOSIP dan HIBURAN JOGET saja.ini semua pembodohan.pemalasan.
Pembawa acara    : sudah…sudah….inilah akibatnya.saya sebagai pembawa acara hanya menjalankan tugas saja.masalah GOSIP atau Hiburan Joget secara pribadi saya juga sebenarnya menentang acara ini.
Pemirsa 1,2,&3    :apa…..(heran,bersamaan).
Pembawa acara    : yah,tapi apa mau dikata.saya juga butuh makan,butuh uang,dan harus bekerja.
Pemirsa 4    : pokoknya acara GOSIP INI harus dihentikan.akan lebih baik jika kita hanya mendengar atau menyaksikan cerita dari kisah2 pemberani kita yang dahulu.yang banyak mengandung pelajaran hidup.
Pemirsa 1,2,3&pembawa acara    : maksudmu?
Pemirsa 4    ; maksud saya.akan lebih bermakana jika kita menyimak cerita dari puangg yang ada di sana.( menunjuk paccarita)     
Suasana hening,lampu meredup menyinari paccarita yang sedang hening di tepi panggung dengan sebuah sinrilik tua di tangannya.
Suara musik sinrilik perlahan terdengar.paccarita mulai bergerak memperbaiki posisi duduknya dengan bersila.menggunakan baju hitam,passapu merah,dan sarung merah yang dibidaknya.
ADEGAN I
Paccarita    : (berdendang dengan mengikuti alunan sinrilik yang ia mainkan).
TAK LAMA KEMUDIAN,PARA PEMIRSA DATANG MENGHAMPIRI PACCARITA DAN DUDUK BERSAMA DENGAN PACCARITA.
Pemirsa 4    : assalamu alikum puang,kami datang untuk mendengarkan cerita puang tentang kisah negeri di atas ombak itu.
Pemirsa1, 2 & 3    : iye puang (bersamaan)
Pembawa acara    : saya juga puang.
Paccarita    : baiklah kalau begitu,karena kalian betul-betul ingin mendengar cerita itu,dan akan memaknai setiap bagaian ceritanya,maka saya akan menceritakan kisahnya.ini adalah cerita atau kisah para pemberani di tanah ini.cerita tentang NEGERI DI ATAS OMBAK.
Pemirsa 1,2,&3:Iye puang (bersamaan)
Paccarita    : ceritanya bermula saat seorang to panrita membuat perahu yang besar untuk mengarungi laut.dan segalanya pun terjadi.ceritanya begini.
ADEGAN II
To panrita    : punna a’rakko anggerangngi inni kappalaiya supaya balloi,pa’riei tappa’nu na jujuruko mange ri kalennu.maksudnya jika kau ingin membawa perahu ini berlayar dengan baik,maka kau harus percaya pada dirimu sendiri,jujur dan percaya bahwa tuhan selalu bersamamu.
Nahkoda    : iye puang.saya akan selalu berupaya untuk membawa kapal ini dengan baik.dan semoga kapal ini  berlabuh di dermaga kemenagan.
To panrita    : kalau begitu,silahkan engkau membawa kapal ini.dan ingat pesan leluhur kita. Punna allakbammi saukangnga,kualleangi tallangnga na tawalia.
Nahkoda    : iye puang.saya akan ingat pesan puang ,dan akan memegang pesan leluhur kita.kalu begitu,saya permisi dulu puang.assalamu alaikum.
To panrita    : waalaikum salam.
ADEGAN III
Di atas kapal yang sedang berlayar mengarungi lautan yang sangat luas.suasana masih biasa,laut masih tenang dan membiaskan sinar matahari.Di atas kapal sudah banyak penumpang.mereka semu berencana untuk berlayar ke negeri selatan.para penumpang kapal itu ada saudagar kaya,pejabat kerajaan,seorang pedati,anak muda,dan kru kapal,
Nahkoda    : ( kepada seorang kru kapal /kelasi).Kelasi,turunkan sebagian layar,kita akan berlayar dengan tenang.laut hari ini bersahabat dengan kita.biarkan para penumpang menikmati perjalanan ini.
Kelasi 1    : siap kapten.
Belum sempat layar diturunkan kelasi,datanglah seorang saudagar kaya menyela.
Saudagar    : wahai nahkoda,apa pasal sehingga pelayaran ini harus dipelankan,anda harus tahu,aku ini seorang saudagar,seorang pedagang.dan anda pasti tahu,bahwa pedagang dan waktu itu sangat berhubungan,sangat dan saling mempengaruhi.
Nahkoda    : maksud tuan apa?
Saudagar    : maksud saya,kapal ini harus sesegera mungkin sampai di pelabuhan.agar saya dapat lebih cepat mendagangkan dagangan saya.saya tidak mau terlambat hanya karena tuan ingin menikmati luasnya lautan dan cerahnya udara hari ini.
Nahkoda    : maaf tuan,kita tak boleh terlalu tergesah-gesah.kapal ini tidak hanya memuat tuan saja seorang.
Saudagar    : tapi,dengan menurunkan sebagian layar apakah bukan suatu cara memperlambat pelayaran ini?
Nahkoda    : tidak tuan,anda harus mengerti keadaan ini.
Saudagar    : Tidak!!,saya tidak akan mengerti.pelayaran ini harus segera sampai di selatan
Nahkoda    : kalau begitu,saya sebagai nahkoda,harus memanggil semua penumpang untuk menentukan cepat atau lambatnya pelayaran ini.kelasi….,tolong panggilkan semua penumpang kapal ini ke gekadak ini.
Kelasi I     : Aaa…aaapa sekarang kapten? (terbata-bata )
Nahkoda    : Tahun depan…(marah),yah sekarang….!!
Kelasi 1    : Bbbaaaik…kapten.
Tak lama kemudian,para penumpang pun datang.
Pejabat kerajaan: ada apa gerangan wahai anda sang nahkoda memanggil kami semua dating ke geladak ini.
Anak muda & pedati: (bersamaan) iya,ada apa anda memanggil kami.
Nahkoda    : begini,saudagar ini menginginkan pelayaran ini sesegera harus sampai di selatan.singkat kata,kapal ini harus berlayar secepat mungkin.saya rasa tak ada salahnya jika pelayaran ini kita nikmati,tak usah cepat,langit dan ombak masih bersahabat dengan kita.dan satu lagi,kapal ini kuat,( nada sombong),kita semua tak perlu khawatir akan ketermabatan.jika waktunya tiba,kapal ini akan berlayar dengan sangat cepat dan kita akan tiba pada waktunya.bagaimana menurut kalia?
Anak muda    : sebagai seorang yang muda,saya sependapat dengan saudagar itu (menunjuk saudagar).namun di lain sisi,kita juga takperlu terburu-buru.bukankan sesuatu yang kita kerjakan terburu-buru hasilnya akan kurang baik?
Saudagar    : diam kau,(kepada anak muda).kamu masih kecil untuk memahami situasi seperti ini.kamu masih perlu belajar untuk menentukan sikap.
Pedati    : yah,saya sependapat dengan saudagar itu (menunjuk saudagar).memang betul cuaca hari ini baik untuk pelayaran,namun kami juga masih punya tujuan lain,masih banyak kerjaan yang harus kami selesaikan.olehnya itu kami perlu agar pelayaran ini dapat cepat sampai di selatan.
Pejabat  kerajaan    : saya sebagai pejabat kerajaan,besok akan menghadiri pesta kerajaan di timur.olehnya itu,saya meminta kepada nahkoda supaya pelayaran ini di percepat.
Kelasi 1    : tttt….tapi tuan-tuan,bukankah pelayaran ini menyenagkan,tak ada salahnya kita semua menikmati indahnya lautan luas ini.
Nahkoda    : betul yang dikatakan kelasiku.
Saudagar    : pokoknya saya tidak terima.pelayaran ini harus dipercepat.
Pedati    :yah harus.
Nahkoda    : tahan dulu tuan-tuan…,bagaimana kalau kita tempuh voting.suara yang terbanyak untuk cepat,itulah keputusannya,namun jika terjadi sebaliknya,maka pelayaran tetap seperti biasa.
Saudagar    :mana bisa,mana mungkin,anda sebagai nahkoda harusnya menedengar keluhan kami sebagai penumpang.bukankan penumpang adalah raja yang harus dilayani sebaik mungkin.
Pejabat dan pedati    : yah,anda harus menuruti keinginan kami
Anak muda    : tapi,jika tuan-tuan memaksakan kehendak tuan-tuan,bukankan itu suatu hal yang bertentangan dengan moral,etika dan adat kita.
Pedati    : peduli apa kau wahai anak muda tentang moral,adat atau semacamnya!!! Hah..!!?
Saudagar    :kau tak perlu membela di sini.ini urusan orang dewasa.dan kami menginginkan pelayaran ini cepat sampai di selatan.
Pejabat    :yah,kami masih ada keperluan lain selai menikmati perjalanan ini.
Anak muda    : tapi,sekiranya ombak membesar,angin dan badai dating,apakah kalian masih ingin mempercepat pelayaran ini.
Saudagar    : diam kau anak muda,jangan sekali-kali mengucapkan hal tabu itu di atas kapal.( marah,emosi)
Pedati    ; kau telah memancing amarah lautan.
Pejabat    : jangan kau ulangi perkataanmu lagi itu anak muda.
Kelasi1    : celaka…celakaa….anak muda itu telah mengucapkannya.celaka….kita semua akan….
Nahkoda    : diam kamu kelasi (membentak).tak ada yang akan celaka di atas perahuku ini.
Kelasi 1    : tttapi kkaptennn….aaaannnak muda itu telah mengucapkannya.
Nahkoda     ; diam…sekali lagi kau mengungkitnya,kau akan saya buang ke laut (marah)
Pedati    : kalau begitu,percepatlah pelayan ini,sebelum apa yang dikatan pemuda itu terjadi. (ekspresi takut)
Pejabat    : yah,percepatlah…aku tak mau mati di lautan.
Saudagar     : kau dengar itu?,kau lihat itu (kepada nahkoda).mereka semua ketakutan.
Nahkoda    : bodoh…bodoh…semuanya ini bodoh.mengapa hanya karena anak itu berkata demikian lalu kalian semua panik?!,hah…..lucu…lucu…kalian semua lucu….hahahah..
Saudagar    : lalu apa,apa yang akan kamu lakukan,apa yang kamu pikirkan hah..!!!
Nahkoda    : aneh….lucu…kalian semua aneh.di atas kapalku ini kalian dan aku seperti di atas sebuah negeri,yah negeri di atas ombak. Kalian semua takut menghadapi apa yang ada di depan mata kalian.
Saudagar    ; maksudmu?
Nahkoda    : kita semua ini sekarang di atas lautan yang sangat luas.sebatas pandang kita Cuma laut…laut…laut tak bertepi.seperti sebuah negeri laut ini.yang dihantui ombak dan badai besar.dan sebelum itu terjadi,kalian sudah ketakutan.
Pejabat    ; bukannya kami takut,tapi apa salahnya mencari selamat sebelum datangnya bencana.
Nahkoda    : kau ( menujuk pejabat).aku tahu kau…,kau adalah pejabat yang ingin menghadiri pesta kerajaan, pesta yang diambil dari uang uang rakyat dengan alas an pajak.tapi toh kalian hamburkan dengan pesta semalam.
Pejabat    ; diam kau!
Nahhkoda    : dan kau ( menunjuk pedati) kauu adalah pedati yang akan mengangkut barang-barang para pejabat,tanpa tahu apa yang kau angkut adalah harta hasil dari korupsi pajak rakyat kecil.
Saudagar    : cukup!.
Nahkoda    : dan kau saudagar.kau ingin menjual barang daganganmu di pesta mereka,dengan menawarkan barang murah dengan harga mahal,kau ingin menjilat mereka dengan akalmu.
Saudagar    ; jaga mulutmu nahkoda.kau umbar semua kebohongan kami,seolah kau tampak paling mulia diantara kami.asalkan kau tahu,kapal yang kau miliki ini bukanlah milikmu.kapal ini milik seseorrang yang kau tipu.
Nahkoda    : diam kau,jangan sembarangan menfitnah.
Saudagar    : nah,sekarang kau merasa difitnah.apakah enah difitnah?,begitulah kami.kami juga tak senang difitnah olehmu.
Anak muda    : sudah….sudah…sudah cukup.!!!.kalian semua mengaku orang dewasa,ternyata sikap dan moral kalian tak jauh bedahnya dengan anak-anak kecil yang selalu suka saling menyalahkan.sekarang,harusnya kita bekerjasama.bagaimana supaya pelayaran kita ini selamat dan sampai di tujuan.
Kelasi1     : iya tuan-tuan,betul apa yang dikatakan anak muda ini.
Anak muda    : bukannya saya mengajari tuan-tuan.tapi,jika kita hidup dan berpijak di negeri yang sama,sudah seharusnya kita bersatu padu,menjaga kebersamaan,dan saling menghargai pandangan untuk menciptakan negeri yang bermartabat,negeri yang hebat dan kuat menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.seperti halnya negeri di atas ombak ini.
Dan akhirnya pun mereka semua sadar,mereka pun saling meminta maaf dan menyatukan sikap mereka dan melanjutkan pelayaran mereka.mereka pun tiba di negeri selatan dengan selamat.
ADEGAN IV
Paccarita    : demikianlah kisah negeri di atas omba.semoga kalian dapat mengambil dan mempelajiri nilai-nilai di dalamnya.
Pemirsa 1,2,3,4    : pasti puang.
Paccarita 4    : nah,itulah cerita tentang kisah negeri di atas ombak,yang hamper mirip dengan negeri kita.aku rasa kalian juga menyadari perbedaan pentingngnya pemahaman anatara acara GOSIP dan kisah.
Pemirsa 1.2.&3    : yah,kami sekarng menyadarinya.
Pembawa acara    : Baiklah pemirsa,kalau begitu,ada baiknya juga kita selalu menyimak kisah atau cerita-cerita orang-orang tua kita.sebab banyak mengandung pesan dan pandangan hidup yang baik untuk kita pelajari semua.
Baiklah pemirsa,demikianlah jumpa kita kali ini,bersama saya MO..NI…CA…MONICA…sampai jumpa lagi…..mmmmmuuuuaaaah….
Lampu panggung mulai meredup dan samar-samar para pemain pun tertutupi gelap.
Selesai.


Tonton Juga:



Posting Komentar untuk " NASKAH DRAMA NEGERI DI ATAS OMBAK"