Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

GAUNG MAWAR PUTIH



Bulan belum bergeming tatap harap seadanya
Tangan tak berjabat matalah terpikat
Jumpai awan dalam diam berbagi puisi dalam ragu
Tentang hijab bicara lebih keras
Sungguh aku lebih mau

Kalu nanti kulihat kuda-kuda putih berlari
Mau aku sekali mengeja cahaya mata milikmu
Kupakai penerang dalam tidur panjang
Sungguh tiada lain mawar putih candu perawan
Sebagai laki-laki pasti tahu itu

Bulan cukup sempurna di telaga
Sempurnah juga kesah
Qais jadi majenun oleh laila
Maka jadilah derita itu berita

Haruskah ada butir air di kelopak kelak lepas
Sepadam kau diam dalam batu dengan senyum
Untuk siapa

Kalau aku pulang
Rindulah sedetik saja kau melambai
Sebab tanda cukup membayar hati yang jejal kemana jua
Bisik jualah kalau mesti harus jadi sandaran sendiri di sepi.

Aku atau kau
Entah siapa tak berhasil sulam gaung mawar putih

BUKA JUGA VIDEO DI BAWAH :

Posting Komentar untuk " GAUNG MAWAR PUTIH"