Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KEMARAU INDAH

 

KEMARAU INDAH

Kemarau Indah


“Deh,Panas pa iyya ini hari.Beee…Dingin pa iyya malam ini”.kalimat yang paling banyak digunakan manusia (kita) akhir-akhir ini.
Beberapa hari terakhir ini,sinar matahari seakan menghanguskan kulit putihnya.bukan hanya pada siang harinya,akan tetapi pada pagi dan sore hari,udara dan sinar matahari betul-betul dapat menyengat kulit dan menyisahkan kegerahan serta keluhan yang banyak.
Pada malam hari,udara berubah drastis,dari siangnya begitu panas dan menjadi dingin sedingin dinginya di malam hari.dan ternyata,juga menyisahkan kebekuan dan keluhan di mulutnya (manusia).
 Siang terik,kegerahan dan keluhan kesah meruang,malam dingin kebekuan dan keluhan kesah juga menyalak.apa sebenarnya yang diinginkannya (manusia).padahal jika mereka (kita) mau berpikir atau positif thinking,itu semua adalah suatu anugerah dan nikmat yang sangat luar biasa manisnya.
Bayangkan saja,(lihat) hewan juga merasakan panasnya siang,dinginnya malam,namun tak pernah mengeluh dengan itu semua (memang,karena mereka tak punya rasa).tapi bukan itu masalahnya,kita (manusia) bukan hewan,hewan merupakan mahluk ciptaanNya,manusia juga demikian adanya.tapi toh,manusia katanya mahluk mulia yang dilengkapi akal dan pikiran dariNya,kok tetap saja masih mengeluh dengan apa yang telah ditetapkannya.harusnya kita(manusia) menimbang dan memikirkan hal ini lagi.dan menjadikan semua (panas dan dingin) merupakan nikmat yang sangat tak terhingga darinya.

Baca : Politik Timbal Balik


Bayangkan saja,jika Tuhan menjadikan panas pada siang hari dan dingin pada malam hari (seperti sekarang ini) berlangsung selama puluhan tahun,maka apalah jadinya.atau paling tidak,jika Tuhan menjadikan panas dan dingin ini terasa sejengkal di kepala kita sehari saja,maka apa juga jadinya.olehnya itu,sepatutnya kita (manusia) menjadikan musim kemarau ini adalah berkah dan nikmat yang dijadikan bahan pemikiran bahwa kita (manusia) tak harus berbangga hidup di alam milikNYA,dan sudah seharusnya kita (manusia) bersyukur paling tidak masih dapat merasakan KEMARAU INDAH ini.
Olehnya itu,tak ada salahnya dan mungkin akan lebih baik jika penggalan peristiwa paling atas tulisan ini,kita (manusia) sepakat untuk mengubahnya dengan bunyi seperti ini;
“Alhamdulillah…hari ini saya masih merasakan panasnya siang,Alhamdulillah.…malam  ini saya masih bisa merasakan dinginya udara,semoga saya tergolong (manusia) yang senantiasa bersyukur atas pemberianNYA.Amin”.
@p

9 komentar untuk "KEMARAU INDAH"

Klikminews 27 Oktober 2021 07.44 Hapus Komentar
Good
sindyyuliayanti@gmail.com 27 Oktober 2021 07.46 Hapus Komentar
Good
sindyyuliayanti@gmail.com 27 Oktober 2021 07.50 Hapus Komentar
Menurut kesimpulan saya dari teks KEMARAU INDAH diatas adalah:
Kita harus mensyukuri atas apa yang diberikan oleh Allah SWT.baik itu cobaan maupun keadaan.Teks tersebut menunjukkan bahwa,hewan saja yang tidak memiliki akal dan pikiran bisa mensyukuri atas semua yang diberikan oleh Allah SWT sedangkan manusia yang memiliki akal, perasaan dan pikiran terkadang mengeluh dengan semua yang diberikan oleh Allah SWT.
Klikminews 27 Oktober 2021 08.01 Hapus Komentar
👍
WIDYA LESTARI 27 Oktober 2021 11.36 Hapus Komentar
(WIDYA LESTARI)
Dari kesimpulan yang saya ambil dari artikel di atas bahwa kita tidak boleh mengeluh,kita harus tetap bersyukur atas apa yang di berikan kepada allah swt.
Heril Anwar 1 November 2021 07.41 Hapus Komentar
(heril Anwar)
Bayangkan saja,jika Tuhan menjadikan panas pada siang hari dan dingin pada malam hari (seperti sekarang ini) berlangsung selama puluhan tahun,maka apalah jadinya.atau paling tidak,jika Tuhan menjadikan panas dan dingin ini terasa sejengkal di kepala kita sehari saja,maka apa juga jadinya.olehnya Itu kita harus mensyukuri nikmat dan karunia-Nya
Heril Anwar 1 November 2021 07.41 Hapus Komentar
(heril Anwar)
Bayangkan saja,jika Tuhan menjadikan panas pada siang hari dan dingin pada malam hari (seperti sekarang ini) berlangsung selama puluhan tahun,maka apalah jadinya.atau paling tidak,jika Tuhan menjadikan panas dan dingin ini terasa sejengkal di kepala kita sehari saja,maka apa juga jadinya.olehnya Itu kita harus mensyukuri nikmat dan karunia-Nya
Heril Anwar 1 November 2021 08.06 Hapus Komentar
(heril Anwar)
Bayangkan saja,jika Tuhan menjadikan panas pada siang hari dan dingin pada malam hari (seperti sekarang ini) berlangsung selama puluhan tahun,maka apalah jadinya.atau paling tidak,jika Tuhan menjadikan panas dan dingin ini terasa sejengkal di kepala kita sehari saja,maka apa juga
Maka kita harus mensyukuri nikmat dan karunianya
Heril Anwar 1 November 2021 17.17 Hapus Komentar
(heril Anwar)
Bayangkan saja,jika Tuhan menjadikan panas pada siang hari dan dingin pada malam hari (seperti sekarang ini) berlangsung selama puluhan tahun,maka apalah jadinya.atau paling tidak,jika Tuhan menjadikan panas dan dingin ini terasa sejengkal di kepala kita sehari saja,maka apa juga jadinya.olehnya karena itu kita harus mensyukuri nikmat dan karunia-Nya.